Nias dan Islam

1 09 2009

NIAS demikian nama salah satu pulau besar di deretan pulau Sumatera yang masuk dalam otonomi propinsi Sumatera Utara. Sebagai sebuah pulau terluar dalam teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia pulau ini memiliki budaya yang unik serta pariwisata yang telah mendatangkan investasi bagi daerah tersebut.

Dalam penelitian pihak kebudayaan dari PBB pasca gempa pada tanggal 28 Maret 2005 menunjukkan bahwa Nias merupakan salah satu daerah peninggalan sejarah, seiring dengan itu, maka pulau ini dijadikan sebagai salah sejarah peninggalan dunia.

Melihat perkembangan pembangunan pasca gempa 2005 Pulau ini di pecah menjadi 4 Kabupaten dan 1 Kota yaitu; Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kanupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli. Perkembangan ini menunjukkan partisipasi dan perhatian pemerintah dalam membangun Nias ke depan.

Di sisi lain, Nias adalah daerah yang penduduknya terdiri dari mayorita agama Kristen dan Islam hidup berbaur dalam kehidapan sehari-hari tanpa adanya silang sengketa yang akan melahirkan perpecahan dan perang agama. Patut untuk dijadikan contoh dalam kehidupan antar ummat beragama. Namun hal ini sangat berbeda dengan pandangan orang-orang yang berada di luar Pulau ini, contohnya saja sebagain orang Minang yang sampai sekarang menganggap bahwa Pulau ini masih didiami oleh ummat Kristen dan belum disentuh oleh agama lain, padahal kalau kita perhatikan lebih seksama, sentuhan ajaran agama Islam di Pulau ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan Minangkabau dan Aceh.

Penduduk Islam di wilayah Kota Gunungsitoli dan memanjang ke Nias Selatan pulau Nias mengalami sentuhan ajaran Islam dari orang-orang yang datang dari wilayah Sumatera Barat sedangkan wilayah Nias bagian Utara dan Barat sentuhan ajaran Islam dari Aceh. Ini menunjukkan bahwa anggapan sebagian masyarakat yang ada di luar Pulau Nias tentang agama Islam tidaklah benar.

Sentuhan keagamaan yang merambah subur di Pulau Nias juga mempengaruhi adat istiadat yang ada, salah satu dicontohkan bahwa di Nias memiliki adat Tabuik yang perpaduannya berasal dari Sumatera Barat dan Daerah Istimewa Aceh. Dalam adat pernikahan pun adat istiadat dua daerah ini menempati posisi yang sangat sentral terhadap penduduk yang beragama Islam. Pelaksanaan pesta pernikahan di daerah ini hampir seluruhnya menggunakan bahasa Minang yang di daerah ini di kenal dengan bahasa pesisir.


Tindakan

Information

3 tanggapan

4 09 2009
Masykur Rahman

NIAS, Nusa Indah Andalan Sumatera adalah pulau di sebelah barat Sumatera. Dominannya Kristen di pulau ini membuat Islam nyaris tak disebut. Lebih sadis lagi, saya mendengar rumor,Nias adalah pulau Injil, masya Allah…

Pasca gempa, kami mengikuti pelatihan da’i di Tembung, Medan, disana disebutkan bahwa Nias memang minim muslim.

Dari tutor, kami mengetahui bhw Islam Nias cuma 6 persen dri seluruh penduduk Nias. Dan tersebar di berbagai pelosok. Dominannya Islam menghuni pesisir2 pantai, matapencahariannya jelas, nelayan.

Teman2 dari Kab. Dairi pun mengakui hal yg sama seperti yg saudara ungkapkan, bhw Islam tidak ada di Nias, subhanallah…

Kini, dengan situs wordpress ini, kiranya kita bisa mendemonstrasikan pada dunia, bhw Nias tidaklah Kristen, tetapi Islam punya hak atas Nias.

Bnyk sejarah mengatakan bahwa nama NIAS berawal dr peradaban Kristen. Saya tidak menerima itu. Menurut saya, NIAS bagian peradaban Islam. Dari segi bahasa Nias berasal dari kata Annas, dikutip dari Al-Qur’an yang berarti manusia. Kita tau marga Duha, itu kan dri bahasa Al-Qur’an yang berarti matahari naik sepenggalah, benar tidaknya, hanya Allah yang tau.

Wallahu A’lam……..

21 10 2009
Febri

Syalom semuanya,,,,,,,
Pendapatnya sgt dahsyat n luar biasa,,,,,
Gini sdraku yg baekkkkkkk
Nias Mayoritas Kristen n itu tdk dpt dipungkiri,,,,,,,
n Islam “ADA” tp Minoritas,,,,,
klu anda tulis ISLAM pnya HAK ATAS NIAS,,,,
Itu sangat tdk bener,,,,,,,,,,
n Tolong diperhatikan kalimatnya,,,,,,,,NIas adalah PULAU budaya n
sebelumnya Tuhan org Kristen telah menentkn sebelumnya
keberadaan Pulau NIAS,,,,,
qT liat dr Bukti,,,,didesa ISLAM g bs masuk,,,,why?????
bcause NIAS imannya g bs diperjual belikan,,,,,,,
n Satu lagi NIAS tdk berasal dr peradaban ISLAM,,,,
sebab mnUruT sejarah Penjajah brasal dr LUAR NEGERI jd Agama mayoritas kristen penjajahnya,,,,,
n Pahlwannya brsal dr NIAS yg msh blum knal agama,,,,
Oleh sbab itu penjajah memperkenalkan agama kristen di NIAS pd saat penjajahan
n ISLAM hny sbG pendatang bukan penduduk tetep,,,oc
n Tolong kalimatnya jgn dilebihkan y,,,,,
Satu lagi,,,,,aq krg stuju dgn DUHA itu berasal dr kitab Al-quran,,,
itu slh bget,,,,,kok lo bs tw,,,,????
manGnyA lo org NIAS asli????????
gini ceritanya y,,,,
marga diNias itu / penduduk diNIas itu berasal dr china,,,,
kata kakek n nenek,,,
n marga diNias itu hnya sbg simbol ato melambangkn cpa org yg memakai simbol tsb,,,,,,,,,
jd Marga niAS tu tdk bersal dr KITAB ANDA y,,,,,
tolong kalimat anda diperhatikn lg,,,,,,,
n klu anda berminat apa yg sedang terjadi diindonesia ato didunia ini,,,,
silahkan READ BIBLE (baca alkitab)
tanda2 kedatangan Tuhan sudah mulai deket,,,,
n dia akan dtng dengn tdk diketahui manusia,,,,
saya tdk bs memaksa anda tp liat sekeliling anda,,,
mAaf klu “ADA” kalimat saya yg kurang berkenan kpd anda,,,,,
akhir kata,,,,
TUHAN YESUS MEMBERKATI,,,,,,,,,,,,

15 11 2010
Zulkifli Zalukhu

Salam jg buat semuanya…..
Dalam memberikan dan menanggapi suatu informasi boleh2 saja.
Terjadinya perbedaan pendpt antara satu sama lain jg tidak ada masalah.
Jika ada maslah dapat diselesaikan secara bersama dan duduk bersama dgn kepala dingin serta dpt mengntrol emosional…

Kita tahu bahwa Pulau NIAS itu memang suatu daerah yang terpencil yg terletak di pesisir barat pulau sumatera, yang mayoritas penddknya umat kristen, dan Islam menunjukkan pnddk yang minoritas. jadi perbedaan agama dan kprcyaan di suatu daerah tidk mnjdi suatu masalah yang perlu diperdebatkan yang pd akhirnya akan menimbulkan konflik SARA..

Apapu critanya NIAS itu tetap dibwh naungan NKRI yg tdk dpt dipisahkan.
jd kita sbgai warga / pnddk daerah NIAS mari kita membangun bersama daerah/negeri kelahiran kita ini kearah yang lebih maju lagi dari tahun2 sebelmnya. Kita bersyukur dgn pemekaran yng sngt cpt pulau NIAS terbagi kpd 4 Kabpten dan 1 Ibukota.

NIAS jg pd umumnya sm dngn daerah lain yg mempnyai bbrp perbedaan suku, agama, dan ras. Maka dngn perbedaan trsebut mari kita tingkatkan pembngunan dan mempererat tali persaudaraan diantara kita agr pulau NIAS ini tdk ketinggalan dgn daerah2 lain.
Dngn adanya perkembangan pembangunan diberbagai sisi, maka kedepannya NIAS akn menjadi suatu pulau atau daerah yang maju dari segala bidang, yang dpt dinikmati oleh para generasi muda bngsa kita Indonesia pd umumnya dan khususnya generasi muda pulau NIAS…

Mari kita hilangkan rasa perbedaan yang ada..
Mari kita isi pembangunan di pulau nias demi kemajuan kita bersama.
Majunya pulau NIAS, berhasilnya para pemuda….
Mari kita berantas para pemimpin yg KORUPTOR……
Hidup PEmuda NIAS……Hiduplah Pulau NIAS…
Aminnnn….
Wassalam…
Ya’ahowu…….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.