Pendidikan merupakan hal yang sangat esensial dalam kehidupan manusia karena dengen pendidikanlah setiap manusia mampu bertahan hidup. Hal ini tidak perlu kita herankan, sebab setiap manusia yang telah mengenyam pendidikan, maka secara kualitas akademik berbeda dengan mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan. Namun, yang perlu kita perhatikan bahwa pendidikan juga bukanlah segala-galanya sebagai jembatan untuk mencapai sebuah kesuksesan. Kita lihat pada masa sekarang, setiap tahun lembaga pendidikan kita mewisuda para wisudawan/ti, namun apa yang kita lihat, ketika mereka keluar dari kampus dan hidup berbaur dengan masyarakat justru mereka tidak dapat melakukan apa-apa alias menganggur.
Potret para alumni perguaruan/lembaga pendidikan kita sekarang ini bukan lagi sebuah problem baru, karena memang kejadian seperti ini telah berlangsung sejak lama, akan tetapi kita tidak pernah berfikir bagaimana mengubah karakter para lulusan kita yang demikian.
Dari ORDE BARU hingga ZAMAN REVORMASI kurikulum PENDIDIKAN KITA telah banyak mengalami perubahan. Kurikulum 1984 sebagai sebuah sistem pendidikan yang secara resmi ditetapkan sebagai KURIKULUM NASIONAL, pada tahun 1990-an kurikulum kita juga mengalami perubahan dan pada awal periode revormasi diberlakukanlah kurikulum bariu di INDONESIA dengan kurikulum SUPLEMEN 1999. Dari tahun 2000-an para pakar pendidikan kita mencoba meninjau kembali kurikulum dan hasilnya kurikulum kita mengalami perubahan hingga pada masa sekarang diberlakukannya KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) yang kedepan kita harapkan dunia pendidikan kita mampu melahirkan generasi-generasi bangsa yang bisa membawa harum nama baik INDONESIA.
Sekilas kita perhatikan, pemberlakuan KTSP di INDONESIA sedikit membawa angin segar dalam perubahan pendidikan kita, namun apakah hal itu akan mampu melahirkan generasi seperti yang kita harapkan bersama ?
Menjawab pertanyaan di atas, bukanlah sebuah hal yang mudah, karena pemberlakuan KTSP di dunia pendidikan kita masih berumur sangat MUDA. Namun apa bila kita lihat pada Kurikulum sebelumnya KBK belum mampu mendobrak hasil yang kita harapkan.
Pemberlakuan KTSP di lingkungan kota-kota pusat pemerintahan memang mendapatkan perhatian yang bagus dari pemerintah, namun kita lihat di daerah pinggiran apa lagi di KEPULAUAN, sudahkah KTSP mendapat perhatian yang serius dari pemerintah ?
Pertanyaan kedua ini, jelas masih belum, kita lihat di daerah NIAS BARAT justru kurikulum 1984 yang masih diberlakukan. Tapi bukan juga mustahil di beberapa pusat kota besar di Indonesia yang belum memberlakukan KTSP. Terus apa artinya SERTIFIKASI GURU yang di godok pemerintah sekarang ?

KomentarANDA