Manusia tercipta di atas dunia sebagai khalifah, menjadi pemimpin dalam dirinya, keluarganya, dan orang-orang yang ada disekelilingnya. Pemimpin bukan berarti menjadi penguasa atas apa yang ia kuasai, bukan pula menjadi sesembahan terhadap apa yang ada di bawahnya, akan tetapi ia menjadi panutan untuk menuju kehidupan yang hakiki. Setidaknya itulah sekelumit tugas manusia sebagai khalifah di atas dunia ini.
Melirik dari sejarah kelahiran Islam, pada hakikatnya Allah menurunkan Rasulullah SAW mengemban tugas pertama untuk memperbaiki akhlak dan budi pekerti serta beriman kepada Allah bukan untuk beribadah. Hal ini disebabkan karena pada masa itu akhlaklah yang telah menjadikan manusia semakin tidak menentu. Kehadiran Islam ini bukan berarti tidak mendapatkan perlawanan dari berbagai suku dan kafilah di Jazirah Arab pada saat itu, bahkan mereka berani mempertaruhkan harta dan nyawa mereka untuk menentang. Tetapi Allah adalah Maha Kuasa atas segala kuasa yang ada di atas dunia, Dialah Allah yang memegang setiap hati manusia.
Sekarang coba kita bertanya dalam hati masing-masing, kalau memang “Allah adalah Maha Kuasa di atas segala kuasa” kenapa Allah tidak meng-Islam-kan seluruh manusia yang ada di atas dunia ini?. Ini lah bukti kebesaran Allah, ya kalau sebenarnya kita berfikir sebatas itu, jelas Allah tidaklah adil terhadap kekuasaannya sedangkan di satu sisi Allah itu memili sifat Maha Adil.
Kemahakuasaan Allah bukanlah berarti DIA mewujudkan seluruh manusia di atas dunia ini menjadi tunduk kepadaNya dan keadilan Allah juga bukan berarti DIA menyamaratakan seluruh kehidupan manusia, akan tetapi kekuasaan dan keadilan Allah terletak pada apa yang telah DIA berikan kepada manusia itu sendiri. Allah telah menurunkan para Nabi dan Rasul untuk dijadikan sebagai panutan serta kitab suci sebagai pedoman dalam menjalan kehidupan mereka di atas dunia. Di samping semua itu pada diri manusia sendiri Allah telah memberikan aspek penting berupa akal untuk berfikir dan menentukan jalannya masing-masing.
Sadar atau tidak manusia itu sendiri sebenarnya Allah telah memberikan bekal yang sempurna. Sekarang tergantung kepada manusia itulah untuk menentukan arah dan tujuan hidupnya sendiri, yang jelas setiap manusia dan segala isi yang ada di antara langit dan bumi semuanya tempat kembali hanyalah kepada Allah dan Allah hanya menerima sesuatu yang baik dan suci.
“Ya Allah, Engkaulah yang Maha Kuasa dan Maha Adil tiada kuasa dan keadilan melainkan sandarannya hanya kepada Engkau. Segala kebaikan terpancar dari seluruh kemurahan MU dan keburukan itu tidak pernah Engkau inginkan”.
Rasulullah di lahirkan sebagai manusia biasa dengan kelebihan yang diberikan oleh Allah, sebagai seorang Nabi dan Rasul beliau telah menjalankan amanah yang diembannya, setelah tugas pertama seperti yang di kemukakan di atas, maka barulah Allah menurunkan perintah untuk beribadah dan inilah metode pengajaran yang Allah contohkan kepada manusia itu sendiri. Manusia sebagai khalifah dan ciptaan Allah, sudah sepatutnya teori dan metode yang telah dicontohkan ini patut untuk ditiru dan dikembangkan.
“Ya Allah berikanlah kemudahan dan kekuatan kepada kami untuk tetap berada di atas jalan yang engkau ridhai”.


KomentarANDA